peluang usaha

PENGUMUMAN

READY STOK QUANTUM RESONANCE MAGNETIC ANALYZER DENGAN VERSI PROGRAM BAHASA INDONESIA MULAI OKTOBER 2013..
KUNJUNGI DAN LIHAT PENAMPILAN ALAT YANG SEMAKIN CANGGIH INI HANYA DI http://quantumresonanceversiindonesia.blogspot.com/

Gastrointestinal Function : Fungsi Saluran Pencenaan

Posted by Kakakku Kerja Di Rumah Jumat, 16 Agustus 2013 0 komentar


1.      Gastrointestinal Function  : Fungsi Saluran Pencenaan
A.      Pepsin Secretion Coefficient : Tingkat Sekresi Pepsin
Pepsin adalah salah satu enzim yang dihasilkan oleh kelenjar di lambung dengan bantuan asam lambung. Fungsi pepsin adalah memecah protein kompleks menjadi protein sederhana sehingga dapat dibawa oleh pembuluh darah ke seluruh jaringan tubuh. Jumlah produksi pepsin sebanding dengan banyaknya asam lam­bung. Semakin banyak pepsin berarti jumlah asam lambung juga banyak (dapat menyebabkan keluhan nyeri ulu hati, gastritis), dan jika pepsin menurun, maka kadar asam lambung juga sedikit. Akibatnya lambung rentan terkena infeksi (virus, kuman, jamur) karena fungsi asam lambung adalah melapisi mukosa lambung agar terlindung dari infeksi.
B.      Gastric Peristalsis Function Coefficient  : Gerakan Peristaltik Lambung
Gerakan peristaltik adalah gerakan yang terjadi pada otot-otot pada saluran pencernaan yang menimbulkan gerakan semacam gelombang sehingga menimbulkan efek menyedot/menelan makanan yang masuk ke dalam saluran pencernaan. Gerakan peristaltik dilambung menyebabkan makanan masuk ke dalam usus. Adanya gangguan pada otot sfingter (katup) esoph­agus (kerongkongan) dapat menyebabkan peristaltik lambung berkurang sehingga waktu pengosongan lambung menjadi lambat. Keadaan ini dapat menimbulkan refluks gastro-esofageal (RGE) dengan gejala rasa panas/pedih di dada bagian tengah waktu makan/minum, mual, muntah, dan sebagainya. Hal ini dipengaruhi oleh konsumsi makanan berlemak, merokok, obat (misal: aminofilin, benzodiazepine).
C.      Gastric Absorption Function Coefficient : Fungsi Penyerapan Lambung
Kelenjar mukosa lambung mengeluarkan semacam enzim yang bersifat asam, berwarna dan transparan. Kelenjar lambung orang dewasa dapat mengeluarkan 1,5-2,5 liter enzim tersebut setiap hari. Enzim lambung mengandung tiga komponen utama, yaitu, pepsin, asam klorida dan lendir. Pepsin dapat menguraikan protein dalam makanan menjadi proteose dan protease menjadi molekul yang lebih kecil. Asam klorida disebut juga asam lambung. Asam lambung dapat mengubah protease menjadi pepsin aktif dan menciptakan lingkungan yang baik untuk pepsin, memiliki fungsi untuk membunuh bakteri masuk ke dalam perut bersama makanan. Angka yang diperoleh dari hasil pemeriksaan ini merupakan indikator adanya gangguan pada proses pengeluaran enzim lambung tersebut.
D.     Small Intestine Peristalsis Function Coefficient : Gerakan Peristaltik Usus Halus
Gerakan peristaltik (gerakan meremas-remas) yang terjadi di usus halus berfungsi untuk menyaring sari makanan. Bila gerakan ini terlalu cepat, sari makanan masuk ke pembuluh darah dengan hanya disertai sedikit air atau tanpa air sama sekali sehingga air terakumulasi dalam usus dan akhirnya dibuang melalui usus besar. Kondisi ini disebut sebagai diare. Sedangkan jika peristaltik usus terlalu lambat, sebagian besar air akan terserap ke pembuluh darah bersama sari makanan dan sisa makanan dalam usus halus akan mengeras dan terbuang melalui usus besar. Sisa makanan yang mengeras tersebut dapat menimbulkan keluhan sembelit (konstipasi).
E.      Small Intestinal Absorbtion Function Coefficient  : Fungsi Penyerapan Usus Halus
Proses penyerapan dalam usus halus terdiri dari Penyerapan gula, penyerapan protein, penyerapan lemak dan penyerapan air
Molekul-molekul gula, protein, dan lemak akan diurai menjadi molekul yang lebih sederhana untuk kemudian diedarkan ke seluruh jaringan tubuh melalui pembuluh darah.




DAPATKAN MINI QUANTUM RESONANCE MAGNETIC ANALYZER YANG ASLI HANYA DI KAMI
AHMAD NUR KHOLIS
085713162228
087831704077
081325451343

Baca Selengkapnya ....

Cardiovascular and Cerebrovascular : Peredaran Darah Di Jantung Dan Otak

Posted by Kakakku Kerja Di Rumah 0 komentar

1.      Cardiovascular and Cerebrovascular : Peredaran Darah Di Jantung Dan Otak
A.      Blood Viscosity : Kekentalan Darah
Viskositas berhubungan dengan kekentalan cairan, makin tinggi viskositas suatu cairan maka makin sulit molekul dari cairan tersebut untuk bergerak. Bila hal ini terjadi pada molekul darah, maka tentu saja aliran darah akan terganggu. Akibatnya dapat terjadi peningkatan resistensi pembuluh darah, gangguan sirkulasi oksigen dalam darah dan akhirnya timbul penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah.Viskositas darah yang tinggi mempunyai resiko terhadap timbulnya penyakit-penyakit cerebro-kardiovaskuler seperti stroke, infark jantung, penyakit jantung koroner, dan sebagainya.
B.      Cholesterol Crystal : Kristal Atau Plak Kolesterol
Bila terjadi kelebihan kolesterol di dalam darah, kolesterol ini akan menempel pada dinding pembuluh darah membentuk plak sehingga pembuluh darah mulai menyempit. Proses ini disebut juga aterosklerosis. Ketika kadar kolesterol telah normal kembali, plak pada dinding pembuluh darah tidak otomatis hilang, tetapi tetap menempel di sana. Bila suatu saat kadar kolesterol naik  kembali, kelebihan kolesterol ini akan menempel  lagi pada dinding pembuluh darah, sehingga plak semakin tebal dan pembuluh darah semakin menyempit. Suatu saat, pembuluh darah dapat tersumbat.Bila ini terjadi di jantung, akan terjadi serangan jantung. Bila terjadi di otak, akan terjadi stroke.
Ada beberapa orang yang sedikit sekali mendapat asupan kolesterol tetapi kadar kolesterol dalam darahnya ternyata tinggi, hal itu dimungkinkan pada penderita penyakit-penyakit seperti hipotiroidisme, diabetes mellitus, sirosis biller, pankreatektomi, kehamilan trimester III, stres berat, hiperilpoproteinemia dan sindrom nefrotik. Dapat juga disebabkan oleh obat pil kb, epinefrin, fenotiazin, vitamin A dan D, sulfonamide dan fenitoin.
C.      Blood Fat : Lemak Darah
Lemak adalah segolongan senyawa hidrofobik (tidak larut dalam air) yang sangat penting untuk penyimpanan bahan pem-bakaran, untuk membentuk struktur membran, sebagai hormon, sumber energi, sumber asam lemak esensial (asam linoleat dan linolenat), alat angkut vitamin larut lemak, penghemat protein, memberi rasa kenyang dan kelezatan, sebagai pelumas, untuk memelihara suhu tubuh dan pelindung organ tubuh.
D.     Vascular Resistance : Hambatan Pembuluh Darah
Berhubungan dengan perubahan diameter pembuluh darah yang mempengaruhi aliran darah yang disertai perubahan viskositas darah. Makin tinggi tahanan suatu pembuluh darah, maka viskositas darah didalamnya juga akan meningkat.
E.      Vascular Elasticity : Kelenturan Pembuluh Darah
Adanya plak/kristal kolesterol pada dinding pembuluh darah dapat menyebabkan elastisitas pembuluh darah menjadi berkurang,akibatnya darah yang mengalir didalamnya akan terhambat. Begitu juga dengan tekanannya. Maka untuk mengalirkan darah yang terhambat tersebut dibutuhkan tekanan yang lebih tinggi dibanding sebelumnya.Dengan demikian, pembuluh darah yang kaku menjadi salah satu faktor resiko timbulnya hipertensi.
F.       Myocardial Blood Demand : Kebutuhan Darah Pembuluh Darah Jantung
Untuk menjaga kontinuitas kerja jantung secara maksimal atau adekuat, maka jantung harus mendapatkan pasokan darah (nutrisi) yang adekuat pula. Apabila pasokan atau aliran darah ke jantung mengalami penurunan atau tidak seimbangnya antara kebutuhan darah yang di butuhkan jantung dengan pasokan darah yang di alirkan ke jantung, maka jantung akan mengalami gangguan yang dinamakan dengan jantung iskemia, dan apabila pasokan/aliran darah mengalami hambatan atau sumbatan, maka jantung akan mengalami gangguan yang dinamakan serangan jantung atau acute miocardiac infraction.
G.     Myocardial Blood Perfusion Volume : Volume Darah Yang Diserap Oleh Pembuluh Darah Coroner Jantung
Perfusi pada miokardial dipengaruhi oleh keadaan pembuluh koroner. Meningkat terutama saat jantung bekerja lebih keras seperti saat olah raga, demam, ketakutan atau cemas)
H.     Myocardial Oxygen Consumption : Konsumsi Oksigen Jantung
Faktor-faktor yang mempengaruhi kebutuhan oksigen dalam jantung antara lain sebagai berikut:
a.          Denyut jantung
b.          Kontraktilitas otot jantung (kekuatan kontraksi/gerakan otot jantung).
c.          Durasi kontraksi otot jantung
I.        Stroke Volume : Jumlah Darah Yang Dipompa Jantung Setiap Kali Kontraksi
Faktor2 yang mempengaruhi:
a.          Kuat-lemahnya kontraktilitas miokard
b.          Besarnya pengisian ventrikel (ruang jantung bawah)
c.          Hambatan/resistensi dalam pembuluh darah perifer
d.          Gerakan dinding ventrikel.
J.        Left Ventricular Ejection Impedance : Tahanan Ejeksi dari Ventrikel kiri Jantung)
Merupakan indikator kekuatan dari saluran keluar ventrikel/bilik kiri (saluran menuju pembuluh aorta).
K.      Left Ventricular Effective Pump Power : Kekuatan Pompa Ventrikel Kiri
Menggambarkan kekuatan kontraksi pada ventrikel kiri jantung untuk memompa darah menuju aorta. Dipengaruhi oleh: tingkat pengisian ventrikel, volume darah dalam sirkulasi, status fungsional miokard, suplai darah dan oksigen dalam miokard.
L.       Coronary Artery Elasticity : Elastisitas Pembuluh Darah Koroner
Faktor-faktor yang membuat elastisitas arteri Koroner menurun diantaranya: lemak darah tinggi, merokok, diabetes mellitus, obesitas, tekanan darah tinggi, kurangnya aktivitas fisik, kelelahan psikis, riwayat keluarga penyakit jantung koroner, pemakaian kontrasepsi oral, dan sebagainya.
M.   Coronary Perfusion Pressure : Tekanan Arteri Koroner Dalam  Mensuplai Darah
Dipengaruhi oleh tekanan diastolik dan tekanan atrium, serambi kiri. Tekanan perfusi koroner dibawah normal merupakan tanda adanya iskemia miokard akibat kurangnya oksigen yang masuk ke jantung.Iskemia miokard bila berlanjut dapat menyebabkan infark miokard (kematian jaringan)
N.     Cerebral Blood Vessel Elasticity : Elastisitas Pembuluh Darah Otak
Elastisitas pembuluh darah otak rnenurun akibat penyempitan pembuluh darah yang biasanya disebabkan adanya arterosklorosis (karena timbunan plak/thrombus dari lemak, kolesterol atau toksin). Bila keadaan ini berlanjut, maka tekanan darah dapat meningkat, meningkatkan resiko pembuluh darah pecah, sehingga rentan terhadap pendarahan otak.
O.     Brain Tissue Blood Supply Status : Pasokan Darah Ke Jaringan Otak
Suplai darah ke otak dipengaruhi oleh arteri otak atau arteri pada leher (arteri karotis).Penyakit cerebrovaskular dapat dibagi  menjadi dua kategori menurut sifat mereka, yaitu penyakit serebrovaskular iskemik (sumbatan) dan penyakit serebrovaskular hemoragik (perdarahan). 70% - 80% pasien dengan kasus penyakit serebrovaskular iskemik disebabkan karena penyempitan pembuluh darah arteri otak.Penyakit serebro­vaskular hemoragik terutama disebabkan oleh tekanan darah tinggi, malformasi vaskular kongenital, serta pecahnya pembuluh darah. Pasien sering menunjukkan peningkatan tekanan intrakranial, disorientasi dan gejala lainnya.





DAPATKAN MINI QUANTUM RESONANCE MAGNETIC ANALYZER YANG ASLI HANYA DI KAMI
AHMAD NUR KHOLIS
085713162228
087831704077
081325451343

Baca Selengkapnya ....

Bio Magnetic Scanning Dengan Quantum Resonance Magnetic Analyzer (QRMA)

Posted by Kakakku Kerja Di Rumah 0 komentar


1.      Prinsip Kerja
Tubuh manusia adalah sekumpulan dari sejumlah besar sel yang terus beregenerasi (pertumbuhan dan diferensiasi), dan apoptosis. Dalam tubuh manusia dewasa terdapat sekitar 100 triliun sel yang masing-masing bekerja sesuai dengan fungsinya. Ada sekitar 25 juta sel dalam satu detiknya yang mengalami proses pembelahan dan pertumbuhan. Badan sel yang terdapat inti atom ini berada dalam kecepatan tinggi baik dalam gerakan dan pengisian, sehingga terus-menerus memancarkan gelombang elektromagnetik. Sinyal-sinyal gelombang elektromagnetik yang dipancarkan oleh tubuh manusia mewakili bagian tertentu dari tubuh manusia, dan sinyal elektromagnetik yang dipancarkan akan berbeda tergantung dari kondisi organ tubuh tersebut. Jadi, akan berbeda gelombang yang ditangkap antara kondisi sakit dengan kondisi sehat, sehingga jika kita dapat menentukan sinyal gelombang elektromagnetik tertentu, kita dapat menentukan status atau kualitas tubuh. Instrumen sensitif ini telah dikembangkan untuk mendeteksi medan energi di tubuh manusia. Yang paling penting adalah magnetometer (superconductor quantum interference) yang mampu mendeteksi bidang bio magnetik kecil yang berhubungan dengan kegiatan fisioilogis dalam tubuh. Frekuensi magnet yang lemah dan energi dari tubuh manusia dikumpulkan oleh sensor, setelah amplifikasi oleh instrumen terkumpul, built dalam mikro-prosesor dan data akan dibandingkan dengan spektrum quantum standar resonansi, sehingga penyakit,  gizi dan indikator lainnya tergabung dalam instrumen untuk menilai apakah sampel berbentuk gelombang yang tidak teratur. Termasuk gelombang yang muncul ketika kita berfikir.

2.      Karakteristik Fungsional
Metode analisis: cepat, akurat, non-invasif (tidak menyakitkan dan tanpa sampel darah).
Prediksi tanpa gejala, dapat menangkap perubahan patologis sel dan memprediksi sebelum penyakit muncul, kecepatan dan akurasi, metode analisi ini dirancang untuk menghemat waktu dan energi. Database dari sistem analisis telah ditetapkan dengan metode ilmiah, statistik yang ketat, dan demonstrasi dari sejumlah besar kasus klinis sehingga akurasi an­alisis ini tinggi.
3.      Kondisi berikut tidak diperkenankan melakukan pemeriksaan dengan QRMA :
•        Anak usia dibawah 12 tahun.
•        Memakai pacu jantung (pacemakers) atau peralatan elektrik lain dalam tubuh
•        Sedang dalam pengobatan jangka panjang.
•        Menstruasi
•        Ibu Hamil
4.      Karena alat ini bekerja berdasarkan resonansi magnetic maka pada kasus tertentu dengan penyakit yang cukup parah, tidak mampu terdeteksi oleh alat misal penyakit diabetes dengan kadar gula diatas 300 mg/dl, gagal ginjal, kanker paru-paru dan kanker hati.
5.      Kelebihan alat ini adalah menganalisa, sehingga dapat mendeteksi walaupun belum muncul gejala, untuk kasus tertent perlu rujukan ke dokter untuk mendapat diagnose.




DAPATKAN MINI QUANTUM RESONANCE MAGNETIC ANALYZER YANG ASLI HANYA DI KAMI
AHMAD NUR KHOLIS
085713162228
087831704077
081325451343

Baca Selengkapnya ....

Ready Stok Mini Quantum Resonance Magnetic Analyzer Versi 3.7 dengan 39 Parameter Laporan

Posted by Kakakku Kerja Di Rumah Selasa, 06 Agustus 2013 0 komentar
Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatu,
PENGUMUMAN
Alhamdulillah Telah READY STOK Kami Mini Quantum Resonance Magnetic Analyzer Versi 3.7 dengan 39 Parameter Laporan,
Hari ini 06 Agustus 2013 Kami sudah ready stok awal 40 UNIT.
Akan tetapi karena Mulai tanggal 6 - 11 Agustus JNE tutup.
Maka Untuk Pembelian / Order kami pending Sampai tanggal 12 Agustus 2013
Terimakasih.


SALAM DARI KAMI
TIM QRMA

Baca Selengkapnya ....

Download Contoh Hasil Pemeriksaan Check Up Quantum Resonance Versi Inggris dan Malaysia

Posted by Kakakku Kerja Di Rumah Sabtu, 03 Agustus 2013 0 komentar

DAPATKAN QUANTUM RESONANCE MAGNETIC ANALYZER YANG ASLI DAN BERGARANSI HANYA DI SUPLYER TERPERCAYA KAMI :
085713162228
081325451343
087831704077
A.n AHMAD NUR KHOLIS

Baca Selengkapnya ....

Brosur Quantum | Spanduk Quantum Resonance Magnetic Analyzer

Posted by Kakakku Kerja Di Rumah Kamis, 11 Juli 2013 0 komentar




DAPATKAN MINI QUANTUM RESONANCE MAGNETIC ANALYZER YANG ASLI HANYA DI KAMI
AHMAD NUR KHOLIS
085713162228
087831704077
081325451343

Baca Selengkapnya ....
peluang usaha

PELUANG USAHA

Bisnis saling asih asah dan asuh
Jual Quantum Resonance Magnetic Analyzer:
High Tech Portable Health Analyzer Click Here - Situs Resmi Quantum Resonance Magnetic Analyzer Klik Di Sini - Original design by Ahmad Nur Kholis | Copyright of Jual Quantum Resonance Magnetic Analyzer.