peluang usaha

PENGUMUMAN

READY STOK QUANTUM RESONANCE MAGNETIC ANALYZER DENGAN VERSI PROGRAM BAHASA INDONESIA MULAI OKTOBER 2013..
KUNJUNGI DAN LIHAT PENAMPILAN ALAT YANG SEMAKIN CANGGIH INI HANYA DI http://quantumresonanceversiindonesia.blogspot.com/

Cardiovascular and Cerebrovascular : Peredaran Darah Di Jantung Dan Otak

Posted by Kakakku Kerja Di Rumah Jumat, 16 Agustus 2013 0 komentar

1.      Cardiovascular and Cerebrovascular : Peredaran Darah Di Jantung Dan Otak
A.      Blood Viscosity : Kekentalan Darah
Viskositas berhubungan dengan kekentalan cairan, makin tinggi viskositas suatu cairan maka makin sulit molekul dari cairan tersebut untuk bergerak. Bila hal ini terjadi pada molekul darah, maka tentu saja aliran darah akan terganggu. Akibatnya dapat terjadi peningkatan resistensi pembuluh darah, gangguan sirkulasi oksigen dalam darah dan akhirnya timbul penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah.Viskositas darah yang tinggi mempunyai resiko terhadap timbulnya penyakit-penyakit cerebro-kardiovaskuler seperti stroke, infark jantung, penyakit jantung koroner, dan sebagainya.
B.      Cholesterol Crystal : Kristal Atau Plak Kolesterol
Bila terjadi kelebihan kolesterol di dalam darah, kolesterol ini akan menempel pada dinding pembuluh darah membentuk plak sehingga pembuluh darah mulai menyempit. Proses ini disebut juga aterosklerosis. Ketika kadar kolesterol telah normal kembali, plak pada dinding pembuluh darah tidak otomatis hilang, tetapi tetap menempel di sana. Bila suatu saat kadar kolesterol naik  kembali, kelebihan kolesterol ini akan menempel  lagi pada dinding pembuluh darah, sehingga plak semakin tebal dan pembuluh darah semakin menyempit. Suatu saat, pembuluh darah dapat tersumbat.Bila ini terjadi di jantung, akan terjadi serangan jantung. Bila terjadi di otak, akan terjadi stroke.
Ada beberapa orang yang sedikit sekali mendapat asupan kolesterol tetapi kadar kolesterol dalam darahnya ternyata tinggi, hal itu dimungkinkan pada penderita penyakit-penyakit seperti hipotiroidisme, diabetes mellitus, sirosis biller, pankreatektomi, kehamilan trimester III, stres berat, hiperilpoproteinemia dan sindrom nefrotik. Dapat juga disebabkan oleh obat pil kb, epinefrin, fenotiazin, vitamin A dan D, sulfonamide dan fenitoin.
C.      Blood Fat : Lemak Darah
Lemak adalah segolongan senyawa hidrofobik (tidak larut dalam air) yang sangat penting untuk penyimpanan bahan pem-bakaran, untuk membentuk struktur membran, sebagai hormon, sumber energi, sumber asam lemak esensial (asam linoleat dan linolenat), alat angkut vitamin larut lemak, penghemat protein, memberi rasa kenyang dan kelezatan, sebagai pelumas, untuk memelihara suhu tubuh dan pelindung organ tubuh.
D.     Vascular Resistance : Hambatan Pembuluh Darah
Berhubungan dengan perubahan diameter pembuluh darah yang mempengaruhi aliran darah yang disertai perubahan viskositas darah. Makin tinggi tahanan suatu pembuluh darah, maka viskositas darah didalamnya juga akan meningkat.
E.      Vascular Elasticity : Kelenturan Pembuluh Darah
Adanya plak/kristal kolesterol pada dinding pembuluh darah dapat menyebabkan elastisitas pembuluh darah menjadi berkurang,akibatnya darah yang mengalir didalamnya akan terhambat. Begitu juga dengan tekanannya. Maka untuk mengalirkan darah yang terhambat tersebut dibutuhkan tekanan yang lebih tinggi dibanding sebelumnya.Dengan demikian, pembuluh darah yang kaku menjadi salah satu faktor resiko timbulnya hipertensi.
F.       Myocardial Blood Demand : Kebutuhan Darah Pembuluh Darah Jantung
Untuk menjaga kontinuitas kerja jantung secara maksimal atau adekuat, maka jantung harus mendapatkan pasokan darah (nutrisi) yang adekuat pula. Apabila pasokan atau aliran darah ke jantung mengalami penurunan atau tidak seimbangnya antara kebutuhan darah yang di butuhkan jantung dengan pasokan darah yang di alirkan ke jantung, maka jantung akan mengalami gangguan yang dinamakan dengan jantung iskemia, dan apabila pasokan/aliran darah mengalami hambatan atau sumbatan, maka jantung akan mengalami gangguan yang dinamakan serangan jantung atau acute miocardiac infraction.
G.     Myocardial Blood Perfusion Volume : Volume Darah Yang Diserap Oleh Pembuluh Darah Coroner Jantung
Perfusi pada miokardial dipengaruhi oleh keadaan pembuluh koroner. Meningkat terutama saat jantung bekerja lebih keras seperti saat olah raga, demam, ketakutan atau cemas)
H.     Myocardial Oxygen Consumption : Konsumsi Oksigen Jantung
Faktor-faktor yang mempengaruhi kebutuhan oksigen dalam jantung antara lain sebagai berikut:
a.          Denyut jantung
b.          Kontraktilitas otot jantung (kekuatan kontraksi/gerakan otot jantung).
c.          Durasi kontraksi otot jantung
I.        Stroke Volume : Jumlah Darah Yang Dipompa Jantung Setiap Kali Kontraksi
Faktor2 yang mempengaruhi:
a.          Kuat-lemahnya kontraktilitas miokard
b.          Besarnya pengisian ventrikel (ruang jantung bawah)
c.          Hambatan/resistensi dalam pembuluh darah perifer
d.          Gerakan dinding ventrikel.
J.        Left Ventricular Ejection Impedance : Tahanan Ejeksi dari Ventrikel kiri Jantung)
Merupakan indikator kekuatan dari saluran keluar ventrikel/bilik kiri (saluran menuju pembuluh aorta).
K.      Left Ventricular Effective Pump Power : Kekuatan Pompa Ventrikel Kiri
Menggambarkan kekuatan kontraksi pada ventrikel kiri jantung untuk memompa darah menuju aorta. Dipengaruhi oleh: tingkat pengisian ventrikel, volume darah dalam sirkulasi, status fungsional miokard, suplai darah dan oksigen dalam miokard.
L.       Coronary Artery Elasticity : Elastisitas Pembuluh Darah Koroner
Faktor-faktor yang membuat elastisitas arteri Koroner menurun diantaranya: lemak darah tinggi, merokok, diabetes mellitus, obesitas, tekanan darah tinggi, kurangnya aktivitas fisik, kelelahan psikis, riwayat keluarga penyakit jantung koroner, pemakaian kontrasepsi oral, dan sebagainya.
M.   Coronary Perfusion Pressure : Tekanan Arteri Koroner Dalam  Mensuplai Darah
Dipengaruhi oleh tekanan diastolik dan tekanan atrium, serambi kiri. Tekanan perfusi koroner dibawah normal merupakan tanda adanya iskemia miokard akibat kurangnya oksigen yang masuk ke jantung.Iskemia miokard bila berlanjut dapat menyebabkan infark miokard (kematian jaringan)
N.     Cerebral Blood Vessel Elasticity : Elastisitas Pembuluh Darah Otak
Elastisitas pembuluh darah otak rnenurun akibat penyempitan pembuluh darah yang biasanya disebabkan adanya arterosklorosis (karena timbunan plak/thrombus dari lemak, kolesterol atau toksin). Bila keadaan ini berlanjut, maka tekanan darah dapat meningkat, meningkatkan resiko pembuluh darah pecah, sehingga rentan terhadap pendarahan otak.
O.     Brain Tissue Blood Supply Status : Pasokan Darah Ke Jaringan Otak
Suplai darah ke otak dipengaruhi oleh arteri otak atau arteri pada leher (arteri karotis).Penyakit cerebrovaskular dapat dibagi  menjadi dua kategori menurut sifat mereka, yaitu penyakit serebrovaskular iskemik (sumbatan) dan penyakit serebrovaskular hemoragik (perdarahan). 70% - 80% pasien dengan kasus penyakit serebrovaskular iskemik disebabkan karena penyempitan pembuluh darah arteri otak.Penyakit serebro­vaskular hemoragik terutama disebabkan oleh tekanan darah tinggi, malformasi vaskular kongenital, serta pecahnya pembuluh darah. Pasien sering menunjukkan peningkatan tekanan intrakranial, disorientasi dan gejala lainnya.





DAPATKAN MINI QUANTUM RESONANCE MAGNETIC ANALYZER YANG ASLI HANYA DI KAMI
AHMAD NUR KHOLIS
085713162228
087831704077
081325451343
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Cardiovascular and Cerebrovascular : Peredaran Darah Di Jantung Dan Otak
Ditulis oleh Kakakku Kerja Di Rumah
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke https://jualquantumresonancemagneticanalyzer.blogspot.com/2013/08/cardiovascular-and-cerebrovascular.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.
peluang usaha

PELUANG USAHA

Bisnis saling asih asah dan asuh
Jual Quantum Resonance Magnetic Analyzer:
High Tech Portable Health Analyzer Click Here - Situs Resmi Quantum Resonance Magnetic Analyzer Klik Di Sini - Original design by Ahmad Nur Kholis | Copyright of Jual Quantum Resonance Magnetic Analyzer.